Perebutan Malaka: Jatuhnya Malaka ke Tangan Portugis

Malaka pada tahun 1511, tidak lama setelah Portugis Menaklukan Malaka
Malaka pada tahun 1511, tidak lama setelah Portugis Menaklukan Malaka. (Sumber: Wikimedia Commons)

Malaka, merupakan sebuah kota pelabuhan yang memiliki letak yang strategis. Letak kota ini sangat strategis untuk dapat mengontrol Selat Malaka, salah satu selat terpenting dalam perdagangan laut, yang menghubungkan antara India dan China. Pada saat itu, Kesultanan Malaka lah yang mengontrol daerah Selat Malaka dan semenanjung Malaya.

Pada masa-masa itu, Pelabuhan Malaka sering kali dikunjungi oleh kapal-kapal pedagang yang berasal dari berbagai negara, seperti Arab, Persia, Cina, India, Jepang, Indonesia, Ceylon (Sri Lanka) dan Bengal. Disitu pula tempat dikumpulkan dan diperdagangkannya rempah-rempah Asia, seperti lada, cengkeh, jahe, kayu manis, pala, dll.

Ketika Portugis mulai berlayar untuk mencari jalur perdagangan baru, Portugis berhasil mencapai Malaka dan berniat untuk menguasainya. Portugis ingin menguasai Malaka sebagai salah satu langkah untuk menguasai perdagangan di wilayah tersebut.

Kedatangan Portugis

Mendengar cerita tentang kekayaan dan kejayaan Malaka, Manuel I sebagai Raja Portugal pun menjadi tertarik dengan Malaka dan mengirimkan Laksamana Diogo Lopes de Sequeira untuk menemukan letak Malaka. Pada April 1508, Raja Manuel mengirim armada yang terdiri dari empat kapal untuk menuju ke Malaka, dibawah komando Sequeira.

Misi yang diberikan kepada Sequeira adalah misi diplomatis, bukan misi penyerangan. Dia diperintahkan membuat perjanjian dagang dengan penguasa lokal sebagai perwakilan Portugal di timur India. Selain itu, Sequeira juga diperintahkan agar tidak menanggapi provokasi apa pun serta agar melakukan aksinya secara damai, terkecuali jika dia diserang terlebih dahulu.

Tiba di Malaka pada 1509, Sequeira beserta rombongannya menjadi orang Eropa pertama yang mencapai Malaka dan Asia Tenggara. Pada awalnya, Sequeira disambut ramah oleh Sultan Mahmud Syah, Sultan Malaka pada saat itu. Setelah melakukan pertemuan, sultan pun memberikan izin kepada Portugis untuk membangun feitoria (pos perdagangan) di wilayahnya.

Masalah pun segera muncul tidak lama kemudian. Rasa persaingan antara Islam dan Kristen pun muncul di lingkungan istana sultan, disulut oleh sekelompok Muslim Goa setelah Portugis berhasil merebut Goa di India.

Waspada akan kepentingan Portugis, beberapa komunitas pedagang muslim―terutama Muslim Gujarat dan Jawa―mencoba meyakinkan Sultan Mahmud dan Bendahara untuk mengkhianati dan menangkap Portugis.

Disisi lainnya, Sequeira sangat percaya pada keramahtamahan sultan meskipun dia sempat mendapatkan informasi akan rencana penyerangan. Singkat cerita, Sequeira pun menjadi lengah dan ketika serangan terjadi, dia sedang bermain catur di kapalnya dengan santai.

Meskipun berhasil melarikan diri, beberapa anak buah Sequeira berhasil ditangkap dan dipenjarakan oleh sultan, sedangkan beberapa lainnya tewas. Dalam pandangan Portugis, terutama setelah kejadian tadi, penaklukan akan menjadi satu-satunya cara agar mereka dapat menanamkan pengaruhnya di Malaka.

Portugis Menaklukan Malaka

Dua tahun kemudian, Portugis kembali lagi ke Malaka dengan armada yang dipimpin oleh viceroy (wizurai, dapat diartikan pula sebagai gubernur jenderal) Portugis India, Afonso de Albuquerque.

Pada Juni 1511, dengan kekuatan 1100-1200 orang serta 14 buah kapal, Afonso de Albuquerque beserta rombongannya tiba di Malaka. Sesampainya di Malaka, Albuquerque langsung mencoba untuk menegosiasikan pembebasan tahanan Portugis yang ditahan sultan pada tahun 1509.

Albuquerque meminta agar para tahanan dibebaskan tanpa tebusan, sebagai pertanda itikad baik dari Malaka untuk perdamaian. Tetapi Sultan Mahmud Syah menjawab tuntutan tersebut dengan jawaban yang tidak jelas, serta bersikeras agar Albuquerque menandatangani perjanjian damai terlebih dahulu.

Pada kenyataannya, sultan sedang berusaha untuk mengulur waktu agar dapat memperkuat pertahanan kota. Selain itu, dia juga memanggil kembali armadanya beserta laksamanya agar dapat membantunya menghadapi Albuquerque .

Setelah berminggu-minggu negosiasi tanpa hasil, akhirnya pada pertengahan Juli 1511, Portugis mulai memborbardir Malaka. Sultan yang terkejut dengan langkah Portugis pun segera melepaskan tahanan-tahanan yang diminta oleh Portugis.

Albuquerque yang tidak mau melewatkan kesempatan pun kemudian mengambil langkah lain, yaitu meminta kompensasi sebesar 300.000 cruzados. Tidak hanya itu, dia juga meminta otorisasi untuk membangun benteng di tempat mana pun yang dia mau.

Tentu saja sultan menolak permintaan itu. Singkat cerita, akhirnya Portugis pun melancarkan beberapa kali serangan terhadap Malaka setelah itu. Pasukan sultan akhirnya kalah dan Portugis berhasil menguasai Malaka. Pasukan sultan pun mengumpulkan harta kerajaannya yang tersisa dan mundur meninggalkan kota Malaka menuju hutan.

Kekalahan Pasukan Sultan

Setelah Portugis menaklukan Malaka, pasukan Sultan Mahmud Syah telah beberapa kali melakukan percobaan untuk merebut kembali ibu kota mereka. Sultan bahkan sempat menggalang dari sekutunya, yaitu Kesultanan Demak di Jawa.

Para sultan Melayu juga tidak senang dengan kehadiran Portugis dan mencoba untuk menyingkirkan Portugis dari tanah Melayu. Namun segala upaya yang dilakukan akhirnya gagal.

Perlawanan gabungan Melayu-Jawa (Demak) juga tidak membuahkan hasil. Portugis yang membalas serangan tersebut akhirnya membuat sultan terpaksa melarikan diri ke Kesultanan Pahang. Setelah itu, sultan pun berlayar ke Pulau Bintan dan mendirikan ibu kota baru nya di sana.

  • Ramerini, M. (2021, January 10). Portuguese Malacca 1511–1641. Colonial Voyage. https://www.colonialvoyage.com/portuguese-malacca-1511-1641/
  • Cartwright, M. (2021, August 27). Portuguese Malacca. World History Encyclopedia. https://www.worldhistory.org/Portuguese_Malacca/
  • Wikipedia contributors. (2021b, June 16). Capture of Malacca (1511). Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Capture_of_Malacca_(1511)
  • Wikipedia contributors. (2021e, August 14). Portuguese Malacca. Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Portuguese_Malacca
Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post
mengapa Lisabon begitu cepat berkembang menjadi pusat perdagangan rempah-rempah di Eropa? Berikut penjelasan

Lisabon dan Perdagangan Rempah-Rempah di Abad ke-16

Next Post
Hak-hak istimewa VOC atau disebut Hak Oktroi VOC

Hak Oktroi VOC: Hak-Hak Istimewa VOC

Related Posts
Total
0
Share