Pesta Teh Boston, Protes Kolonis Kepada Inggris

Pesta Teh Boston
Pesta Teh Boston (Nathaniel Currier via Wikimedia, public domain)

Pesta Teh Boston adalah protes politik yang terjadi pada 16 Desember 1773, di dermaga Griffin di Boston, Massachusetts. Target protes ini adalah Tea Act (undang-undang Teh) yang disahkan parlemen pada 10 Mei 1773, yang mana dengan UU ini British East India Company diperbolehkan untuk menjual teh dari China dan India ke koloni Amerika, tanpa perlu membayar pajak selain yang diberlakukan dalam Townshend Acts.

Pengesahan Undang-Undang Teh (Tea Act) 1773 oleh Parlemen Inggris memberikan East India Company (EIC) hak eksklusif untuk mendistribusikan teh langsung ke koloni di Amerika. Berdasarkan aturan sebelumnya, EIC diharuskan menjual tehnya eksklusif di London. Kemudian pedagang akan membeli tehnya dan mendistrbusikannya untuk dijual lagi kepada pedagang-pedagang di kota-kota di koloni Amerika, seperti Boston, New York, Philadelphia, dan Charleston.

Dengan adanya UU Teh, pedagang yang menjadi perantara kehilangan bisnisnya, dan pajak atas teh diberlakukan. Kolonis Amerika monolak hal ini, terutama pajak terhadap teh. Mereka memandang bahwa UU ini diberlakukan secara tidak adil, hal itu dikarenakan koloni tidak mempunyai perwakilan di parlemen Inggris, sehingga mereka tidak memiliki suara untuk berpendapat.

Protes Terhadap UU

Di kota-kota seperti New York, Philadelphia, dan Charleston, banyak agen teh yang mengundurkan diri serta membatalkan pesanannya, dan saudagar menolak pengiriman tehnya. Para pemimpin kota-kota tadi membatalkan pesanan mereka sebagai protes, beda halnya dengan yang dilakukan gubernur Koloni Teluk Massachusetts. Gubernur Koloni Massachusetts, Thomas Hutchinson mengizinkan peringiriman teh untuk tiba di Boston dan menolak untuk mengembalikan teh ke Inggris.

Hutchinson merupakan seorang loyalis Inggris. Dia akhirnya memutuskan untuk mengikuti hukum, bahwa tiga kapal yang tiba, yaitu Dartmouth, Eleanor, dan Beaver, harus diizinkan untuk menyimpan kargo mereka. Meskipun telah dilakukan pertemuan untuk membahas masalah ini, Hutchinson tidak pernah memberikan kompromi yang menarik untuk disetujui oleh para pedagang. Akhirnya Sons of Liberty yang tidak puas memutuskan membuat sebuah gerakan protes.

Pesta Teh Boston

Pada malam 16 Desember 1773, sekitar 60 pria yang menyamar sebagai orang Mohawk. Mereka mengenakan selimut dan hiasan kepala khas Indian, lalu berjalan menuju dermaga Griffin. Mereka memilih menyamar sebagai suku asli Amerika untuk menunjukan status mereka sebagai orang Amerika, disamping status resmi mereka yang diakui sebagai rakyat Inggris Raya.

Setelah sampai di dermaga, mereka lalu menuju ke tiga kapal tadi dan membuang muatan kapal tersebut. Mereka membuang 342 peti atau sekitar 92.000 pon teh ke dalam air selama tiga jam. Dengan jumlah teh yang dibuang, kerugian yang ditanggung oleh East India Company tidak main-main. Berdasarkan taksiran EIC, harga dari teh-teh yang dibuang tadi sekitar £ 9.659, atau sekitar $ 1.700.000 dolar dalam uang hari ini.

Refensi:

  • Wikipedia contributors. (2021, April 12). Boston Tea Party. Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Boston_Tea_Party
  • History.com Editors. (2020, September 25). Boston Tea Party. HISTORY. https://www.history.com/topics/american-revolution/boston-tea-party
  • The Editors of Encyclopaedia Britannica. (n.d.). Boston Tea Party | Facts, Summary, & Significance. Encyclopedia Britannica. Retrieved May 3, 2021, from https://www.britannica.com/event/Boston-Tea-Party
  • American Revolution: Boston Tea Party. (n.d.). Ducksters. Retrieved May 3, 2021, from https://www.ducksters.com/history/boston_tea_party.php
  • The Boston Tea Party (article). (n.d.). Khan Academy. Retrieved May 3, 2021, from https://www.khanacademy.org/humanities/us-history/road-to-revolution/the-american-revolution/a/the-boston-tea-party
Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post
Pesta teh Boston, salah satu peristiwa akibat penolakan tea act atau UU teh

Tea Act, Sebuah Langkah Memperkuat IEC

Next Post

Kenapa Perbudakan Afrika Menjadi Yang Terbesar Dalam Sejarah?

Related Posts
Total
0
Share