Perjanjian Tordesillas

Surat Perjanjian Tordesillas
Surat Perjanjian Tordesillas (source: wikimedia commons)

Pada 7 Juni 1494, dua kekuatan yang mendominasi Eropa pada saat itu, Portugal dan Kastila (Spanyol) menyepakati sebuah perjanjian yang membagi dunia menjadi dua bagian. Perjanjian tersebut ditandatangani di Tordesilllas, oleh karena itulah perjanjian ini dikenal sebagai Perjanjian Tordesillas

Perjanjian Tordesillas adalah sebuah perjanjian antara dua kekuatan Eropa pada saat itu, yaitu Kastila (Spanyol) dan Portugal (atau Portugis), yang membagi dunia menjadi milik mereka berdua. Seperti namanya, perjanjian ini dilakukan dan ditandatangani di Tordesillas, Spanyol, pada 7 Juni 1494.

Perjanjian Tordesillas juga merupakan salah satu perjanjian paling berpengaruh dalam sejarah dunia. Dengan adanya perjanjian ini, langkah Eropa dalam mencari “dunia baru” menjadi semakin terbuka lebar, dan sekaligus menandai awal mula masa kolonialisme modern.

Sejarah Perjanjian Tordesillas

Sekitar tahun 1484, Christopher Columbus mengajukan proposal terkait rencana pelayarannya menuju Asia kepada Raja Portugal saat itu, Raja John II. Raja kemudian mengajukan proposal tersebut kepada para ahlinya. Para ahli kemudian menolak proposal tersebut dengan alasan bahwa perkiraan jarak pelayaran yang diajukan Columbus hanya seperempat dari jarak aslinya.

Columbus pada awalnya sempat mengajukan banding kepada pengadilan Portugal, namun usaha itu tetap tidak membuahkan hasil. Pada akhirnya, Columbus memutuskan untuk mencari dukungannya dari mahkota Eropa lainnya.

Columbus kemudian meminta audiensi dari Raja Ferdinand II dari Aragon, dan Ratu Isabella I dari Kastila. Raja Ferdinand dan Ratu Isabella saat itu telah berhasil menyatukan kerajaan-kerajaan di Semenanjung Iberia, mereka akhirnya menikah dan memerintah bersama.

Columbus sekali lagi menjelaskan proposalnya kepada calon sponsor barunya, yaitu Ratu Isabella. Sama seperti di Portugal, Ratu Isabella kemudian mengajukannya kepada sebuah komite. Ahli-ahli Spanyol kemudian memiliki pandangan yang sama dengan para ahli di Portugal, yaitu menganggap Columbus mengajukan jarak pelayaran yang tidak sesuai aslinya.

Selain itu, Columbus juga mengirimkan saudaranya ke Inggris untuk bertemu dengan Henry VII, raja Inggris pada saat itu. Dia mengirimkan saudaranya untuk mendiskusikan apakah Inggris bersedia menjadi sponsor dari pelayarannya. Namun nahas, saudaranya tadi malah ditangkap oleh bajak laut dalam perjalananya menuju Inggris.

Akhirnya, setelah Ferdinand dan Isabella berhasil menaklukkan Granada, terdapat secercah harapan bagi Colombus. Ratu Isabella akhirnya menyetujui rencana pelayaran Colombus setelah diyakinkan oleh seorang juru tulis raja, yaitu Luis de Santángel.

Santángel berpendapat bahwa jika Colombus tidak difasilitasi oleh Kastila, Colombus akan membawa idenya tersebut ketempat lain, dan meminta pendanaan dari kekuatan Eropa lainnya.

Raja Ferdinand dan Ratu Isabella kemudian melakukan perjanjian dengan Colombus melalui Kapitulasi Santa Fe, pada April 1492. Kastila secara resmi mendanai pelayaran Colombus tersebut, dan Colombus akan mengklaim tanah yang ditemukannya sebagai wilayah untuk Spanyol.

Konflik Dengan Portugis

Dalam perjalanannya Kembali menuju Eropa, Colombus terlebih dahulu singgah di Lisbon, Portugal, sebelum melanjutkan perjalanannya menuju Spanyol. Beberapa sumber menyebutkan Colombus terpaksa berlabuh dan singgah di Lisbon akibat dari cuaca buruk.

Ketika Colombus berlabuh dan singgah sebentar disana, dia juga melakukan pertemuan kembali dengan Raja John II. Ada dua versi yang kami temukan terkait pertemuan ini.

Versi pertama, Raja John II datang menghampiri Columbus dan memaksanya untuk buka mulut terkait asal-usul kedatangan dan perjalanannya.[1] Versi lainnya menyatakan bahwa Colombus sendiri yang meminta pertemuan dengan Raja John II, untuk membuktikan kepadanya bahwa terdapat lebih banyak pulau-pulau di barat daya Kepulauan Canary.[2]

Pendaratan Colombus di Amerika
Christopher Columbus digambarkan mendarat di Hindia Barat, pada sebuah pulau yang oleh penduduk asli disebut Guanahani (oleh Colombus diberi naman San Salvador), pada 12 Oktober 1492. (wikimedia.org)

Dari pertemuan ini, Raja John II akhirnya mengetahui bahwa Colombus telah menemukan tanah baru (yang diduga merupakan Hindia, meskipun kenyataannya merupakan Amerika). Tidak hanya itu, Raja Portugis itu juga mengetahui bahwa pelayaran Colombus tersebut telah disponsori oleh Kastila, yang bisa dibilang sebagai rival dari Portugis.

Setelah John II mengetahui bahwa pelayaran Colombus tersebut disponsori oleh Kastila, dia lalu mengirimkan surat ancaman yang ditujukan kepada dua penguasa dari monarki katolik Spanyol, Raja Ferdinand dan Ratu Isabella.

John II dalam suratnya mengatakan, berdasarkan Perjanjian Alcáçovas yang ditandatangani pada tahun 1479 serta didukung dengan Bulla Kepausan Aeterni regis, tanah yang berada di selatan Kepulauan Canary merupakan wilayah dari Portugal menurut perjanjian tersebut.

Dengan demikian berdasarkan perjanjian tersebut, tanah yang ditemukan oleh Colombus dalam pelayarannya sebenarnya merupakan wilayah dari Portugal, sehingga Spanyol tidak tidak bisa mengklaim tanah yang mereka temukan tersebut.

Raja Portugis juga menyatakan bahwa dia telah menyiapkan armada yang dipimpin oleh Francisco de Almeida untuk segera berangkat dan menguasai tanah yang baru ditemukan oleh Colombus tersebut.

Penguasa Spanyol akhirnya sadar bahwa mereka tidak mempunyai kekuatan militer di Atlantik untuk dapat menandingi Portugis. Raja Ferdinand dan Ratu Isabella akhirnya memutuskan untuk menempuh jalur diplomatik, yang melibatkan pengaruh dari Paus Alexander VI dari Gereja Roma.

Campur Tangan Paus

Pada tanggal 4 Mei 1493, Paus Alexander VI akhirnya mengeluarkan bulla kepausan Inter caetera. Pada bulla tersebut, ditetapkan bahwa semua wilayah di sebelah “barat dan selatan” garis meridian, yang terletak sejauh 100 leguas (± 555.6 KM) di sebelah barat dan selatan pulau-pulau di Azores dan Tanjung Verde, merupakan wilayah dari Kastila.

Bulla tersebut juga tidak menyebutkan Portugal atau wilayahnya pada isinya, sehingga Portugal tidak dapat mengklaim wilayah yang baru ditemukan Colombus tersebut.

Tidak hanya itu, jikalau terdapat wilayah baru di sebelah timur garis meridian yang telah ditetapkan, Portugal tetap tidak dapat mengklaimnya. Hal itu dikarenakan pada 25 September 1493, bulla lainnya yang berjudul Dudum siquidem memberikan semua daratan dan pulau di daerah tersebut kepada Spanyol, termasuk yang berada di sebelah timur garis meridian.

John II selaku raja Portugal tentunya tidak puas dengan keputusan tersebut. Dia merasa bahwa ketentuan tersebut hanya memberinya wilayah yang lebih sedikit dibandingkan dengan Spanyol (Kastila).

Penyelesaian Pada Perjanjian Tordesillas

Meskipun Paus dan Vatikan telah ikut campur menengahi masalah ini, permasalahan tetap tidak menunjukkan titik terang. Portugal yang merasa dirugikan memaksa Spanyol untuk mengabaikan ketetapan dari Bulla Kepausan yang dikeluarkan Paus Alexander VI, dan mengancam akan mendeklarasikan perang.

Situasi antara kedua negara semakin memprihatinkan, peperangan hanya tinggal didepan mata. Setelah beberapa kali berunding dan melibatkan Paus kembali, berkali-kali juga perundingan-perundingan tersebut tidak membuahkan hasil.

Akhirnya pada 7 Juni 1494, kedua belah pihak berhasil mencapai kesepakatan. Baik Portugal maupun Spanyol setuju dengan pembagian wilayah oleh Paus yang berdasarkan garis bujur imajiner dari kutub utara ke selatan dengan patokan jarak 370 liga (1 liga = 400 mil) dari sebelah barat Kepulauan Cape Verde.[2]

Berdasarkan pembagian tersebut, Spanyol berhak mendapatkan wilayah yang berada di sebelah barat dari garis meridian. Sedangkan Portugal mendapatkan wilayah yang berada di sebelah timur garis.

Walaupun perjanjian ini telah disepakati, beberapa dekade kemudian perseteruan antara Portugal dan Spanyol pecah untuk sekali lagi. Perseteruan ini tidak lain akibat dari kedua belah pihak saling mengklaim kepemilikan atas Kepulauan Maluku. Permasalahan ini akhirnya diselesaikan melalui Perjanjian Saragosa.

Dengan disepakatinya Perjanjian Tordesillas, babak baru penjelajahan samudra oleh bangsa eropa telah dimulai. Perjanjian ini juga telah menjadi awal mula dari era kolonialisme modern.


[1] Fakhriansyah, M., & Ahsan, I. A. (2021, June 7). Perjanjian Tordesillas: Direstui Vatikan, Dipicu Hasrat Penjajahan. tirto.id. https://tirto.id/perjanjian-tordesillas-direstui-vatikan-dipicu-hasrat-penjajahan-ggzK
[2] Wikipedia contributors. (2021, May 24). Treaty of Tordesillas. Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Treaty_of_Tordesillas#Signing_and_enforcement

  • Fakhriansyah, M., & Ahsan, I. A. (2021, June 7). Perjanjian Tordesillas: Direstui Vatikan, Dipicu Hasrat Penjajahan. tirto.id. https://tirto.id/perjanjian-tordesillas-direstui-vatikan-dipicu-hasrat-penjajahan-ggzK
  • Wikipedia contributors. (2021, May 24). Treaty of Tordesillas. Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Treaty_of_Tordesillas#Signing_and_enforcement
  • Wikipedia contributors. (2021b, June 7). Christopher Columbus. Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Christopher_ColumbusQuest_for_financial_support_for_a_voyage
Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post
manifes kebudayaan

Saat Presiden Soekarno Melarang Manifes Kebudayaan

Next Post
foto Stalin yang telah diedit untuk kepentingan pembersihan besar-besaran

Pembersihan Besar-Besaran Stalin Di Uni Soviet

Related Posts
Total
0
Share