Pan-Asianisme, Ideologi Asia Bersatu yang Bebas dari Eropa

Konferensi Asia Timur Raya sebagai salah satu bentuk perwujudan Pan-Asianisme ala Jepang
Konferensi Asia Timur Raya sebagai salah satu bentuk perwujudan Pan-Asianisme ala Jepang (Wikimedia.org, Public Domain)

Pan-Asianisme (dikenal juga sebagai Pan Asia atau Asianisme Raya) adalah sebuah ideologi yang mempromosikan agar rakyat-rakyat dan bangsa-bangsa Asia dapat bersatu dan bekerja sama, terutama dalam bidang politik dan ekonomi.

Gerakan Pan-Asianisme telah memotivasi beberapa perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme Eropa di Asia. Ideologi ini memiliki pemikiran bahwa bahwa “nilai-nilai Asia” harus dijunjung lebih daripada “nilai-nilai Eropa”, sehingga memotivasi perlawanan masyarakat Asia terhadap kolonialis Barat.

Sebelum Perang Dunia Kedua, Jepang memiliki gagasannya sendiri mengenai Pan-Asianisme, yaitu bahwa negara-negara dan rakyat-rakyat Asia harus bersatu untuk melawan pengaruh imperialisme Eropa. Pada dasarnya, ideologi ini memiliki maksud dan tujuan baik, hingga ketika Jepang menggunakannya semasa Perang Dunia Kedua.

Ketika Perang Dunia Kedua meletus, Jepang yang berambisi untuk menguasai Asia kembali menggunakan istilah Pan-Asianisme untuk kepentingan propaganda mereka. Jepang menggunakan ideologi ini untuk tujuan politik, yaitu untuk mencari dukungan serta simpati dari rakya Asia yang ketika itu masih berada dibawah kolonialisme Eropa.

Jepang yang sedang berperang dalam Perang Pasifik membutuhkan banyak sumber daya, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Oleh karena itu, Jepang berusaha mencari dukungan rakyat Asia untuk turut membantu Jepang dalam perang melawan kekuatan Eropa.

Dengan janji kemerdekaan dan narasi bahwa Jepang merupakan saudara tua yang akan membantu membebaskan dari belenggu kolonialis Eropa, Jepang berhasil menarik simpati rakyat Asia di beberapa negara, termasuk di Hindia Belanda (sekarang Indonesia).

Rakyat Indonesia menyambut kedatangan Jepang dengan suka cita, dengan harapan Jepang akan membebaskan Asia seperti prinsip Pan-Asianisme. Namun kenyataannya, Jepang hanya peduli pada agenda mereka dan berniat untuk menjadi penguasa Asia.

Alih-alih membebaskan, Jepang justru menduduki wilayah Asia demi mengambil sumber dayanya sebanyak mungkin, yang mana ini berlawanan dengan Pan-Asianisme. Jepang juga menyebut daerah pendudukannya sebagai Kawasan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya, sebagai langkah untuk membenarkan pendudukan mereka di negara-negara Asia.

Pada akhirnya, Pan-Asianisme hanyalah menjadi salah satu dari banyak propaganda Jepang yang digunakan untuk mendukung kepentingan perang mereka.

  • Wikipedia contributors. (2021, November 19). Pan-Asianisme. Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Retrieved April 27, 2022, from https://id.wikipedia.org/wiki/Pan-Asianisme
  • Pertanyaan 3, BAB 5. TIRANI MATAHARI TERBIT, Sejarah Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI Semester 2 | Brainly. (n.d.). Brainly.co.id. Retrieved April 27, 2022, from https://brainly.co.id/jawaban-buku/q-maksud-program-pan-asia-hubungannya-ajaran-hakko-zncy97?
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous Post
Jepang mendarat di Jawa. Jepang dengan cepat menguasai dan diterima oleh rakyat Indonesia berkat propaganda Jepang, salah satunya Gerakan 3A yang menyebut Jepang sebagai pemimpin, cahaya, dan pelindung Asia

Gerakan Tiga A (3A), Propaganda Jepang Untuk Menarik Simpati Rakyat