Henry Morgan, Perampok Sangar Penguasa Karibia

Ilustrasi Henry Morgan

Henry Morgan lahir pada tahun 1635 di Llanrumney, Wales, Britania Raya. Ia merupakan anak pertama dari 9 bersaudara. Pada masa mudanya, Morgan putus sekolah dan hidup lontang lantung. Ia pun memutuskan untuk pergi ke Jamaika (sebuah koloni Inggris) sebagai usahanya dalam merubah nasibnya. Morgan lalu menjadi partisipan pasukan Britania dalam penyerangan ke Hispaniola, namun gagal.

Pada 1661 karir Morgan mulai cemerlang ketika ia ditunjuk oleh Commodore Christopher sebagai kapten kapal untuk pertama kalinya. Morgan menetap di Jamaika dan bekerja sebagai privateer (pelaut yg diizinkan merompak kapal musuh negara lain) yang berada dibawah naungan Kerajaan Inggris. Namun dikarenakan pada saat itu Spanyol dan Inggris sedang berada dalam fase-fase damain, Gubernur Jamaika yaitu Modyford, memerintahkan agar seluruh privateer agar pulang.

Namun alih-alih menyuruh Morgan untuk pulang, Gubernur Modyford malah menyuruhnya untuk menyerang pulau Providence milik Spanyol, dan hal itu berhasil. Walau demikian, beberapa saat kemudian Spanyol berhasil merebut kembali pulau tersebut. Namun, tiba-tiba saja muncul rumor bahwa Spanyol akan menyerang Jamaika, akhirnya Gubernur Modyford memerintahkan Morgan untuk menyelidiki rumor tersebut.

Dalam petualangannya menyelidiki rumor itu, Morgan yang awalnya merupakan seorang privateer yang taat dan alim berubah menjadi Bajak Laut yang ditakuti banyak orang. Morgan melakukan perompakan, penjarahan, dan penyerangan terhadap kota-kota penting di Spanyol. Dia juga berhasil menguasai dan menguras habis kota Puerto Principe dan Porto Bello.

Morgan yang mata duitan kemudian memiliki rencana untuk menyerang Cartagena, ia berhasil merekrut 900 orang bajak laut, 10 kapal, dan merebut 1 kapal Prancis.  Namun dalam perjalanan, gerombolan bajak lautnya terkena badai, dan hanya 500 orang saja yang akhirnya sampai di Cartagena.  Karena tidak memungkinkan untuk menyerang Cartagena dengan anggotanya yang menipis, akhirnya Morgan mengganti target ke Maracaibo.

Pasukan Spanyol ternyata mengetahui akan diserang Morgan, sehingga mereka berusaha menjebaknya.  Setelah Morgan berhasil merampas Maracaibo, ia dicegat 3 kapal perang Spanyol saat ingin pulang.  

Walaupun para bajak laut itu kalah dalam hal kuantitas dan kualitas, namun mereka tetap memilih untuk melakukan ‘tawuran’ dengan kebebasan sebagai taruhannya.  Dan bukannya Spanyol menang karena pasukannya sangat unggul, namun mereka justru kalah, dan Morgan berhasil mencuri salah satu kapal Spanyol dan pulang ke Jamaika.

Morgan seakan menjadi penguasa Karibia, ia pun terus melakukan teror, dan berhasil menaklukan beberapa pulau diantaranya adalah Santa Catalina dan Panama.

Pada 1672 Morgan di tangkap, dan bebas karena tdk ada bukti, ia malah menjadi letnan gubernur pada 1674.

Henry Morgan meninggal pada 25 Agustus 1688, diduga akibat dari gagal ginjal dan tuberkolosis.  Ia dikubur di Palisadoes yg pada 1692 kelelep karena gempa bumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous Post
Perundingan Kalijati, Peta Jepang dalam penyerangan ke Jawa.

Perjanjian Kalijati, Penyerahan Hindia Belanda kepada Jepang

Next Post
Pelantikan B. J. Habibie menjadi Presiden Republik Indonesia, awal dari kekecewaan Soeharto kepada Habibie

Beberapa Kekecewaan Soeharto Kepada Habibie

Related Posts